Blogazinebid

Selasa, 22 Desember 2020

Berlibur Bersama Monyet di Jigokudani Monkey Park Jepang

Jigokudani Monkey Park atau Jigokudani Yaen-koen terletak di Lembah Sungai Yokuyo yang bersumber dari Shiga-Kogen di Taman Nasional Joshinetsu-Kogen dibagian utara prefektur Nagano. Karena tebing yang sangat terjal dan uap yang keluar dari mata air, orang jaman dahulu menyebut lebah ini dengan sebutan Jigokudani atau Lembah Neraka.


Sejak didirikan pada tahun 1964, Jigokudani Yaen-Koen dikenal sebagai tempat dimana monyet liar bisa dilihat dari dekat. Ribuan orang dari seluruh dunia telah berkunjung ke sini untuk melihat monyet, terutama para peneliti dan fotografer.

Monyet Liar Yang Mendiami Jigokudani Yaen-Koen

Untuk menjaga habitat monyet secara alami, Jigokudani Yaen-Koen menempatkan lokasi yang jauh dari kota. Jigokudani Yaen-Keon tidak memiliki pagar yang menjadikan para monyet bebas untuk keluar dan masuk. Aktifitas yang dilakukan para monyet biasanya pada siang hari untuk mencari makan di Jigokudani Yaen-Koen.

Alasan monyet di Jigokudani terkenal sebagai monyet mandi karena mandi adalah cara mereka untuk melindungi diri dari cuaca dingin yang ekstrim selama musim dingin. karena itu lah saat musim hangat mereka jarang untuk mandi karena mandi adalah sebagian kecil dari hidup mereka.

Ada banyak monyet yang menarik disini tidak hanya untuk mandi, maka dari itu coba datang kesini untuk melihat betapa menariknya melihat monyet mandi.

Senin, 21 Desember 2020

Taman Kelas Dunia Garden of Morning Calm

Taman pribadi yang dibuka pada 11 Mei 1996 oleh Profesor Han San-kyung dari Sahmyook University yang berambisi merangkul keindahan alam Korea, mistik oriental, dan semangat orang Korea.


Dengan desain taman yang berfokus pada lekukan, ruang, keseimbangan asimetris, dan keindahan unik Korea yang mengekspresikan keanggunan dan keinsahan klasik.
Seorang penyair India Rabindranath, menyebut Korea sebagai 'Tanah Keheningan Pagi' (The Land of Morning Calm') yang kemudian dijadikan asal mula nama Garden of Morning Calm ini.

Keindahan Garden of Morning Calm pada setiap musim
Tanaman yang mekar dengan subur di bawah sinar matahari yang hangat membawa tanda-tanda musim semi yang segar, setiap datang musim semi Garden of Morning Calm akan mengadakan Pameran Bunga Liar dengan tema yang beragam tentang tumbuhan sekitar 60 jenis bunga liar akan dipamerkan di sini, selain itu Garden of Morning Calm juga memiliki acara Festival Musim Semi yang biasa diadakan pada pertengahan April hingga akhir Mei.

Ketika pepohonan menjadi lebih hijau dan bunga yang berwarna-warni bermekaran itulah musim panas. Garden of Morning Calm menawarkan Festival Iris yang diadakan pada bulan Juni, dengan ditemani bunga iris yang sangat indah dengan 150 jenis iris dengan warna, bentuk dan pola yang berbeda. Di bulan Juli Garden of Morning Calm akan mengadakan Festival dan Pameran Hydrangea, dan untuk menutup musim panas akan ada Festival dan Pameran Rose of Sharon.

Taman yang dikelilingi Gunung Chuk-nyeong tampak seperti air yang indah akan terlihat ketika musim gugur datang ada banyak acara yang selalu Garden of Morning Calm adakan saat musim gugur tiba, diantaranya Pameran Krisan Liar yang menunjukan 50 spesies krisan liar, Pameran Krisan dengan 200 pameran, dan Festival Maple dengan warna-warni musim gugur yang indah dan melimpah.

Nyanyian burung dan suara air yang mengalir di bawah es, yang terdengar dalam keheningan taman yang tertutup salju putih dapat dinikmati di Garden of Morning Calm ditemani dengan Lighting Festival saat matahari terbenam.

The Garden of Morning Calm dapat dikunjungi pada semua musim dengan acara yang berbeda. Taman yang dibangun dengan kelas dunia yang indah ini sayang jika tidak dikunjungi.






Jumat, 28 Februari 2020

Liburan Musim Dingin ke Desa Wisata Shirakawa-Go


Musim dingin menjadi momen liburan yang paling dinanti wisatawan asal Indonesia. Ya, musim dingin di Jepang menawarkan keindahan alam yang tiada tara. Tak heran jika travel Jepang  selalu penuh reservasi pada momen istimewa tersebut. 


Anda wajib datang ke Jepang untuk menikmati dunia salju di Desa Wisata Shirakawa-Go. Apa saja hal yang menarik di desa yang masuk dalam warisan dunia UNESCO sejak tahun 1995 ini?


Lokasi Desa Wisata Shirakawa-Go
Desa Wisata Shirakawa-Go terletak di Lembah Sungai Sho-gawa, lembah Gunung Ryohaku dan berbatasan langsung dengan Prefektur Ishikawa, Gunung Hakusan di barat laut Prefektur Gifu serta Prefektur Toyama. Anda bisa memilih pergi ke kota Kanazawa atau Takayama untuk melanjutkan perjalanan ke Shirakawa-Go. 

Dari kota Kanazawa, naik bus bisa membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit sedangkan dari Takayama butuh waktu 50 menit. Selama perjalanan, Anda bakal meyaksikan Gunung Ryohaku yang bersalju. 

Keindahan yang ditawarkan Shirakawa-Go
Tak mengherankan jika desa wisata ini masuk dalam UNESCO World Heritage Site sebab memiliki keindahan alam dan budaya yang masih terjaga hingga kini. Travel Jepang akan mengajak Anda  melihat bangunan rumah di Shirakawa-Go yang memiliki atap tinggi dan  lancip yang disebut Gassho-zukuri. Uniknya, seluruh bangunan di sini tidak menggunakan paku dan salju yang bisa langsung jatuh ke bawah tanpa memberatkan atap bangunan. 

Anda bisa menginap di gassho-zukuri atau sekedar melihat museum yang menampilkan pertunjukan budaya dan kesenian khas Jepang di sini. Bahkan, bisa menikmati wisata kuliner di restoran yang ada di Shirakawa-Go. 

Kalau ingin bermain salju sepuasnya, Anda bisa langsung menikmati jalan-jalan 2-4 jam di luar rumah. Melihat kolam dan sungai yang telah membeku akibat salju turun lebat yang tidak akan ditemukan di Indonesia. Menarik, bukan?

Desa Wisata Shirakawa-Go merupakan tempat yang paling bersalju di seluruh Jepang saat musim dingin. Jadi, jika Anda ingin menikmati salju yang sebenarnya bisa memasukkan Desa Wisata Shirakawa-Go dalam destinasi kunjungan. Segera lakukan pemesanan paket travel Jepang  sekarang agar bisa menikmati sensasi salju di desa sejarah yang cantik memukau.